Latest Entries »

Senin, 28 Desember 2015

PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONEESIA BUNG KARNO

Judul buku                            : Bung karno – Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Penulis                                  : Cindy adams
Penerbit                                :  media Pressindo                                                                                 
Ahli Bahasa                          : Syamsul Hadi
Tanggal terbit                       : Juni 2011
Jumlah halaman                    : 432


Buku Sukarno: An Autobiography as told to Cindy Adams, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh The Bobbs-Merrill Company, Inc, New York, tahun 1965. Buku ini merupakan salah satu karya terbaik tentang Soekarno.

Dalam buku itu, termuat kehidupan pribadi Soekarno sebagai manusia, cita-cita politiknya, harapan-harapannya, serta latar belakang kebijakan politik yang diambil sebelum masa kejatuhannya.

Setahun kemudian, setelah terjadi Gerakan 30 September 1965, buku itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, cetakan pertama tahun 1966.

Berbeda dengan terbitan bahasa Inggris, buku dalam bahasa Indonesia itu mengalami berbagai keganjilan yang mengarah kepada fitnah terhadap Soekarno yang coba menghilangkan peran Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir dalam proklamasi.

Ironisnya, fitnah yang terkandung dalam buku terbitan bahasa Indonesia itu tidak pernah tertulis dalam naskah asli yang ditulis Cindy Adams dalam terbitan bahasa Inggris, di tahun 1965.

Akibat fitnah dalam buku itu, terjadi bias hubungan ketiga tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia itu dalam sejarah. Terlebih, banyak para sejarawan yang menulis tentang Soekarno banyak mengutip bagian dari buku itu.

Seketika, masyarakat Indonesia pun teringat dengan politik pecah belah yang digunakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk menghancurkan kerajaan-kerajaan di Nusantara, dan kaum nasionalis di Indonesia.

Berbagai pertanyaan pun timbul tentang siapa sosok orang (kelompok) yang meneruskan politik pecah belah itu? Dan apa kepentingannya? Apa mungkin ini hanya kesalahan penerjemahan?

Pada bahasan kali ini,  tidak akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Fokus bahasan hanya soal bagai mana fitnah itu dilakukan secara keji untuk memecah belah para pendukung Soekarno-Hatta-Syahrir, sekaligus menghancurkan citranya.

Seperti sudah diketahui masyarakat umum, sejak terjadi Gerakan 30 September 1965, ajaran-ajaran Soekarno dikubur dalam-dalam, dan para pendukungnya dihancurkan.

Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan, terungkapnya fitnah dalam buku Cindy Adam itu ketika dilangsungkannya diskusi oleh Yayasan Bung Karno, di Gedung Pola, tahun 2006.

Dalam diskusi itu, salah satu pembicara Syafii Maarif mengutip buku Cindy Adams terjemahan bahasa Indonesia. Dia mengatakan, Soekarno telah melecehkan Bung Hatta dalam buku itu.

Padahal, dalam terbitan bahasa Inggris, ungkapan yang melecehkan Bung Hatta sama sekali tidak ada. Hal ini lah yang membuat buku merah bergambar Soekarno sedang tersenyum itu ramai digunjingkan.

Sedikitnya ada dua kalimat dalam buku terbitan bahasa Indonesia yang memfitnah Soekarno tidak tertulis pada edisi bahasa Inggris. Kalimat itu ada dalam halaman 341. Dalam edisi Inggris tertulis sebagai berikut:

"..Rakyat sudah berkumpul. Ucapkanlah proklamasi."

Badanku masih panas, akan tetapi aku masih dapat mengendalikan diriku. Dalam suasana di mana setiap orang mendesakku, anehnya aku masih dapat berpikir tenang.
"Hatta tidak ada," kataku. "Saya tidak mau mengucapkan proklamasi kalau Hatta tidak ada."

Namun, dalam penerjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan atas persetujuan Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Soeharto, dua kalimat itu disisipi dua alenia yang tidak ada dalam versi aslinya.

Tidak ada yang berteriak, "Kami menghendaki Bung Hatta." Aku tidak memerlukannya. Sama seperti Syahrir yang menolak untuk memperlihatkan diri di saat pembacaan proklamasi.

Sebenarnya aku dapat melakukannya seorang diri, dan memang aku melakukannya sendirian. Di dalam dua hari yang memecahkan urat syaraf itu, maka peranan Hatta dalam sejarah tidak ada.

Peranannya (Hatta-dari redaksi) yang tersendiri selama masa perjuangan kami tidak ada. Hanya Soekarno lah yang tetap mendorongnya (Hatta) ke depan. Aku memerlukan orang yang dinamakan "pemimpin" ini karena satu pertimbangan.

Aku memerlukannya oleh karena aku orang Jawa dan dia (Hatta) orang Sumatera, dan di hari-hari yang demikian itu aku memerlukan setiap orang denganku. Demi persatuan, aku memerlukan seorang dari Sumatera.

Dia (Hatta) adalah jalan yang paling baik untuk menjamin sokongan dari rakyat pulau yang nomor dua terbesar di Indonesia.

Demikian fitnah yang terkandung dalam buku terbitan bahasa Indonesia terjemahan Mayor Abdul Bar Salim. Sejak pertama diterbitkan tahun 1966, buku ini telah beberapa kali diterbitkan ulang.

Di antara buku Soekarno lainnya yang sulit ditemukan, seperti Di Bawah Bendera Revolusi, pada era Orde Baru buku yang mengandung fitnah inilah yang paling mudah ditemui. 

Tetapi, kekeliruan dalam buku itu kini sudah diperbaiki. Revisi buku itu berjudul sama dengan terbitan Indonesia sebelumnya, yakni Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, diterbitkan oleh Yayasan Bung Karno bekerja sama dengan PT Media Pressindo.

Buku edisi revisi ini diambil dari naskah asli Cindy Adams yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. Pada halaman 267 edisi revisi, cetakan kedua, tahun 2011, sisipan kalimat yang kontroversial itu akhirnya dihapus. Kalimatnya menjadi demikian:

"Hatta belum datang," kataku. "Aku tidak mau membacakan proklamasi tanpa Hatta."

Pada moment yang kritis dalam sejarah ini, Soekarno dan Indonesia menunggu kedatangan Hatta.

Dia (Hatta) akhirnya muncul di kamar di mana aku masih terbaring sendirian, ditemani Fatmawati. Aku berganti pakaian. Serba putih. Tidak ada kata-kata berarti dari kami berdua yang dapat dicatat dalam sejarah.

Demikian kesalahan yang berlangsung selama hampir 32 tahun itu telah diperbaiki. Namun misteri siapa orang yang telah memasukkan dua kalimat kontroversial tersebut masih belum terungkap.

Sebelum ulasan singkat ini ditutup, ada baiknya melihat hubungan Soekarno dengan Hatta, seperti diungkap Dr Deliar Noer dalam bukunya yang berjudul Muhammad Hatta Hati Nurani Bangsa. Seperti dikutip dalam halaman 92 sebagai berikut:
Hubungan Hatta dan Soekarno di masa Revolusi 1945-1946 sangat baik, bagai dwitunggal, dan tak terpisahkan. Kedua orang ini dapat bekerja sama dengan sangat baik, dan tidak pernah ada perselisihan.

Soekarno bisa menguasai massa rakyat, membangkitkan semangat mereka, seakan mengarahkan mereka ke mana saja. Sebaliknya, Hatta mempu menguasai diri dalam keadaan apapun.

Hatta katanya, banyak berpikir dengan tenang dan dalam, memperhatikan sesuatu kejadian atau perkembangan dengan cermat, dan jika sudah mengambil keputusan, keputusannya itu akan ia pertahankan.

Dengan mengetahui hubungan antara Soekarno dan Hatta yang begitu erat, sisipan dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang terbit di masa Orde Baru menjadi patut dipertanyakan.


Daftar Pustaka:

Asvi Warman Adams: Kesaksian Bung Karno (diambil dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Yayasan Bung Karno bekerja sama PT Media Pressindo, edisi revisi cetakan kedua 2011).

Cindy Adams: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Yayasan Bung Karno bekerja sama PT Media Pressindo, edisi revisi cetakan kedua 2011.

Dr Deliar Noer: Mohammad Hatta Hati Nurani Bangsa, Penerbit Buku Kompas, cetakan pertama April 2011.

Pedoman Praktis Bermain “Billiard"


Judul buku                              : Pedoman Praktis Bermain Billiard
Penulis                                     : Salim Alhadar
Penerbit                                   : Media Servis Corporation
Tanggal terbit                          : Agustus 1977
 Tebal buku                             : 89 halaman
Teks                                         : Bahasa Indinesia

PENDAHULUAN

A.SEJARAH  & PERKEMBANGAN BILIARD

Permainan biliar termasuk jenis olah raga yang cukup tua di dunia dan karena sangat menarik dan populer sport ini,banyak bangsa bangsa  yang mengakunegara merekalah tempat darimana permainan ini berasal.
Italia, Inggris,spanyol,mesir dan jerman sama sama menyatakan bahwa nenek moyang mereka yang menemukan atau menciptakan biliard sedangkan beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa cinalah yang pertama kali memainkan permainan ini .bahkan adapula teori yang menyatakan bahwabiliard itu sebenarnya merupakan hasil perkembangan dari permainan bowling siapa yang benar dalam hal ini “wallahu alam” ,tetapi yang pasti kata biliard itu sendiri berasal dari bahasa prancis “billie” yang artinya tongkat (stick).
Sekarang ini menurut perkiraan sementara , billiard telah dimainkan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia .di amerika saja pernah tercatat lebih dari 15 juta penduduk memainkan jenis sport ini, belum lagi di negara negara lain.
Di indonesia , biliard sebenarnya bukanlah permainan baru lagi.sejak zaman belanda dahulu sudah banyak orang indonesia yang memainkannya.tetapi biliard yang mula mula dikenal dahulu bukan “biliard meja berlobang” (poket biliard) seperti banyak kita lihat dimainkan orang belakangan ini, melainkan biliard yang menggunakan meja tanpa lobang pada waktu itu . disetiap gedung pertemuan(bahasa belanda :societeit) umumnya di sediakan ruang  yang diistilahkan “kamar bola” mengapa di sebut demikian ? tak lain karena ruang tersebut kushus digunakan untuk bermain “bola sodok” atau biliard. Ini semua menujukan betapa populernya kedudukan permainan biliard dikalangan masyarakat vip pada waktu itu.
Kini biliard, kususnya biliard meja berlobang sedang tumbuh pesat menjadi permainan umum di indonesia di jakarta saja sekarang ini sudah ratusan “biliard center” yang didirikan sebelum lagi di kota besar lainnya.  Bahkan di rumah rumah mereka yang tergolong mampu bukanlah yang aneh lagi bila ada “biliar room” sendiri dimana pada waktu senggang seluruh senak keluarga dapat mempergunakannya

B. MANFAAT BERMAIN BILIARD

- Biliard sebagai olah raga “seumur hidup”berbeda dengan cabang olah raga lainya biliard mempunyai keistimewaan yaitu dapat dimainkan dari sejak kanak kanak sampai pada usia lanjut.wilie hope bekas juara dunia biliard berturut turutmelalui kariernya sejak ia berusia 6 tahun dimana pada waktu itu dia harus menaiki peti kayu lebih dahulu untuk dapat menyodok bola karena tinggi tubuhnya yang masih belum mencukupi.

- Biliard sebagai “gerak jalan terselubung” pernahkah anda menyadari bahwa dengan bermain biliard terus menerus selama beberapa jam sejara tidak anda sadari sebenarnya anda telah berjalan berkilo kilo meterjauhnya ? dan anehnya anda tidak begitu merasakan lelahnya,bukan ? itulah salah satu sebabnya mengapa bermain biliard sangat dianjurkan oleh para dokter di luar negri bagi mereka yang malas atau kurang banyak bergerak.jika anda memiliki perut yang buncit bermainlah biliard secara teratur dengan beberapa bulan niscaya anda akan melihat hasilnya.

- Biliard sebagai “sport otak” biliard adalah permainan yang memerlukan pemusatan pikiran (konsentrasi )penuh disamping kita harus menggunakan daya khayal kita.sebelum menyodok bola, kita harus menghayalkan dan memperhitungkan situasi dan susunan bola yang bagaimana yang akan timbul diatas meja sebagai akibat sodokan kita nanti ? bagaimana cara menciptakan suatu susunan bola yang akan memudahkan bagi sodokan sodokan kita berikutnya? Untuk bisa menghayalkan susunan bola yang kita inginkan kita harus berlatih membiasakan diri berfikir secara steorematis (padang ruang) disamping juga menggunakan mekanika (ilmu pesawat) yang diterapkan secara praktis.denagan bermain biliard secara tidak langsung kita melihat daya konsentrasi dan cara berfikir kita yang amat besar pengaruhnya bagi peningkatan kemampuan otak
- biliard sebagai “olah raga mental” untuk menjadi seorang pemain biliard yang baik anda harus dapat menguasai emosional anda, anda tidak boleh terburu buru dalam menyodok bola begitu melihat bola yang menurut anda mdah untuk menyodoknya disinilah kebanyakan pemain yang baru mulai mereka memang cukup lama berfikir pada situasi tertentu yang amat sulit begitu dapat susunan bola yang mudah mereka langsung menyodoknya tanpa berfikir lagi tanpa mengukur berapa banyak tenaga dorongan  yang diperlukan untuk menyodok bola tersebut.oleh karena itu dapat dikatakan bahwa biliard itu berguna sekali dalam melatih penguasaan emosional dalam belajar “berfikir dulu baru berbuat”  pemain biliard yang sudah mahir mernujukan sikap mental tersebut dalam tindak tanduknya di lain bidang.

C. JENIS – JENIS PERMAINAN BILIARD

Permainan biliard sebenarnya mempunyai banyak jenis dan ragamnya namun pada pokoknya dapat dibedakan atas 2 golongan besar yaitu:
1.      Biliard yang memakai meja tanpa lobang
2.      Biliard yang menggunakan meja lobang
Biliard menggunakan meja tanpa lobang :
Biliard ini adalah paling klasik yang umumnya dimainkan hanya 2 orang nama lain untuk biliard ini balkline, three-ball atau three-cushion carom biliard
Bola yang digunakan dalam permainan ini mempuyai diameter 6cm danjumlahnya hanya 3 buah umumnya hanya sebuah warna merah dan putih polos yang terakhir berwarna putih yang memiliki titik hitam kecil, mejanya bermacam macam pula ukurannya ada yang 1setengah x3m ada yang 1,375 x 2,75m dan ada pula yang ukuran 1,2 x 2,4m
Biliard yang menggunakan meja berlobang :
Biliard jenis ini memakai meja yang mempuyai 6 lobang disekelilingnya.yaitu 2 buah di kepala meja 2di tepi meja dan 2buah yang terakhir di kaki neja dan biliard tipe ini terbagi lagi atas :
a.       Yang menggunakan 15 bola tujuan (object ball)
b.      Yang tidak menggunakan 15 bola tujuan.

ISI POKOK

Ada sementara anggapan di kalangan penggemar penggemar biliard yang menyatakan bahwa permainan ini bukanlah suatu cabang olah raga semata – mata,melainkan juga suatu “seni” mengapa seni ? karena disamping mengandung gerak fisik sebagai mana dengan jenis olah raga lainnya unsur perasaan (faktor faktor psikologis) memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan memainkannya.permainan biliard haruslah dilakukan dengan kepala dingin,ketenangan dan juga kecermatan yang tinggi.
Dibawah ini akan dijelaskan beberapa faktor baik bersifat jasmaniah (fisik ) maupun rohani (psikis)yang sangat penting dan harus di perhatikan bagi mereka yang ingin menjadi seorang  “juara biliard”

- PEMUSATAN PIKIRAN(konsentrasi)

Sudah tak terhitung banyaknya sodokan gagal yang disebabkan kurang atau terpecahnya pemusatan perhatian pada setiap sodokan,perhatian si pemain harus terpusat pada langkah langkah/teknik yang harus dilakukannya.karena itu sangat dianjurkan agar pemain berlatih untuk bisa mengatasi segala bentuk gangguan hal yang bisa mempengaruhi permainan mereka ia harus membiasakan diri dengan hal suara, nyalanya korek api, gesekan kertas,gerak gerik penonton sehingga hal tersebut tidak akan mempengaruhi lagi pada saat ia sedang bertanding.

- KEPERCAYAAN DIRI SENDIRI & WATAK

Keyakinan tubuh dari kesadaran akan diri sendiri pengetahuan bahwa kita sudanh berulang kali berhasil melaksanakan sodokan sodokan yang bagaimanapun ru,itnya  dengan baik, dengan sendirinya akan menambah kepercayaan pada diri kita.setiap pemain yang sudah berpengalaman akan dasar bahwa adakalanya mereka mengalami “nasib sial” yang tak dapat dihindarkan dimana kemampuan mereka seolah olah hilang kebanyakan peman menjadi sangat kecewa dan penasaran karenannya dan hal ini membuat mereka menjadi ragu ragu akan kemampuanya  dan kepercayaan diri meraka berkurang.pemain pemain yang membiarkan dirinya cepat marah karena kesalahan kesalahan yang dilakukannya secara tidak sadar bahwa mereka menghambat kemajuannya sendiri.seseorang pemarah, pemurung, kurang sabar,penggugup sudah dapat dipastikan tidak akan berhasil menjadi seorang pemain biliard yang ulung sebelum orang tsb.berhasil mengatasi sifat sifat buruknya itu.

- SYARAF

Banyak juara juara biliard seperti juga seniman seniman dalam berbagai bidang sering gugup bila terjadi hal yang demikian jagan sekali kali membohongi diri kalian sendiri dengan pura pura yakin,memakan obat penenang , dll lupakan segala akibat hasil yang akan terjadi.hilangkan lah perasaan ingin menang, ingin di anggap juara hasrat untuk memamerkan “keahlian”  anda hadapkan kepenonton,dll bersikaplah yang relaks bahwa akibat apapun baik atau buruk itu nomer 2 lakukan sebisa bisanya untuk menang tapi jangan anggap kemenangan adalah segalanya “bukan anda lakukan,tapi bagaimana cara anda melakukannya” itu lah semboyan bagi seorang pemain.

- PENGLIHATAN

Daya penglihatan yang baik dan sehat jelas merupakan keuntungan yang besar dalam permainan biliard. Karena itu peliharalah mata anda dengan baik, misalnya: dengan mencucinya secara teratur dengan “boorwater”(obat pencuci mata)dan jangan terlalu sering kena asap rokok,dll kalau anda merasa agak sukar untuk melihat bola yang berada di ujung meja dengan jelas,periksalah mata anda ke dokter,mungkin anda memerlukan kaca mata .kadang kadang ada pemain yang memakai “tudung mata” yang biasanya berwarna hijau, yang melindungi mata dari sinar lampu pada waktu melakukan sodokan sodokan rendah yang mengharuskan ia untuk membungkuk.               
    
PENUTUP
 Melihat peningkatan minat akan permainan biliard yang begitu pesat terutama pada saat saat belakangan ini kami beranggapan bahwa sudah saatnya bagi pemerintah atau badan pemina olah raga (KONI) untuk memikirkan usaha usaha agar lebih populer atau mengarahkan permainan ini misalnya dengan mengadakan pertandingan pertandingan kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional dan juga pembibitan pemain pemain mudayang berbakat sudah sejak sekarang harus dilakukan supaya kelak indonesia mampu bermain di tangkat internasional.

Kepada para penggemar biliard di indonesia khususnya pada olah raga ini yang cukup banyak jumlahnya diseluruh plosok tanah air kami ingin mengundang untuk turut membantu memperkarya “literatur biliard” dalam bahasa indonesia baik mengenai biliard meja berlobang (pocket biliard) maupun biliard meja tanpa lobang (pocketless biliard) yang masih sangat di rasakan kekurangannya saat ini.